Thursday, May 28, 2015

Transplantasi Kepala

Valey Spiridonov bisa menjadi pasien transplantasi pertama di dunia
Seorang dokter asal Italia Sergio Canavero berencana untuk memasangkan kepala manusia ke tubuh yang lain. Sia sudah mempunyai kepala dan berencana untuk memasangkan pada sebuah tubuh pada tahun 2017. Kita pasti beranggapan bahwa transplantasi organ adalah hal yang wajar, namun rencana untuk memberikan kepala sebuah tubuh akan menjadi yang pertama di dunia.

Seorang programer komputer asal rusia bernama Valeri Spiridonov yang menderita atrofi maskular penyakit Werdnig-Hoffman. Dia berencana untuk menyumbangkan kepalanya.

Sebuah tubuh dengan otak yang sudah mati namun secara medis masih hidup namun juga bisa dianggap mati. hal ini menimbulkan banyak pertanyaan.

Bagaimana melepaskan kepala hidup-hidup?
Canavero berencana untuk menggukanan teknik pendinginan pada potongan kepala dan badan untuk menjaga sell tetap hidup tanpa oksigen selama mungkin. Opsi yang lain menggunakan sebuah alat yang mensirkulasikan darah kaya oksigen melewati bagian yang terputus seperti mesin yang digunakan cuntuk sirkulasi darah pada jantung dan paru-paru saat transplantasi.

Bisakah tubuh yang disambungkan benar-benar tersambung?
Apakah mungkin proses penyambungan dapat mengembalikan 100% kemampuan gerak organ? Pada saat transplantasi tangan pada seorang petani yang kehilangan tangannya akibat kecelakaan, mereka harus menyambungkan empat saraf. Proses regenerasi tidak sempurna dan tidak akan sempurna, kau tidak pernah tau jenis saraf yang kau sambungkan.

Dokter Canavero mungkin mempunyai teknik baru, yakni menggunakan zat kimia polythelene glycol untuk menyambungkannya.

Apabila cara tersebut berhasil dengan sempurna bagaimana dengan memeori otot? Apakah jika tubuhku tersambung dengan seorang pegolf apakah aku juga seorang pegolf?
jawabanya jelas tidak.

Apakah tubuh dengan otak mati bisa memberikan persetujuan?
Ya, sama seperti mendonorkan organ.
Ada beberapa negara yang tidak memerlukan persetujuan Canavero telah berkata dia akan menjalankannya di China utnuk menghindari hukum di Eropa. Dia dikabarkan sedan belajar bahasa China untuk tinggal di sana.

Siapa dia sekarang? Siapa yang benar-benar hidup secara legal sekarang? Otaknya atau tubuhnya? Siapa yang hidup donor atau pendonor?
Kita tidak mempunyai jawaban.

Apakah secara medis mendukung hal ini?
Ini adalah ekperimen manusia, sejauh ini hanya ada beberapa ekperimen menggunakan hewan. dan hal tersebutbelum tentu cukup untuk menukung operasi ini.

Bisakah memasangkan kepala pria ke tubuh wanita?
Bisa
Canevero mengatakan tujuan utamanya adalah keabadian. Banyak pasien yang bertanya tentang kemunkinan tersebut. Apakah transplantasi kepala bisa menuju ke keabadian?
secara teori ya.

Rahasia Tubuh Lenin Masih Terawetkan hingga 91 Tahun


Selama ribuan tahun, manusia menggunakan metode pembalsaman untuk mengawetkan tubuh orang yang telah wafat. Namun, tak ada yang bisa mengalahkan eksperimen yang dilakukan selama 91 tahun untuk mengawetkan tubuh Vladimir Lenin, pendiri Uni Soviet.
Pejabat Rusia sempat menutup Mausoleum Lenin di Moskwa agar para ilmuwan dapat mempersiapkan tubuh Lenin untuk dipamerkan kembali pada April 2015 lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-145.
Selama beberapa generasi, ilmuwan Rusia menghabiskan waktu mereka untuk memperbaiki teknik preservasi guna menjaga penampilan serta fleksibilitas tubuh Lenin.
Sebuah kelompok inti yang terdiri dari lima hingga enam orang ahli anatomi, biokimia, dan ahli bedah, yang dikenal sebagai Kelompok Mausoleum, bertanggung jawab atas pengawetan dan perawatan tubuh Lenin.
Para ahli ini bernaung di bawah Pusat Riset Ilmiah dan Metode Pengajaran dalam bidang Teknologi Biokimia (Center for Scientific Research and Teaching Methods in Biochemical Technologies) yang terletak di Krasin Street, Moskwa.
Metode pengawetan yang dilakukan Rusia ini terfokus pada fisik, yaitu penampilan, bentuk, bobot, rona, dan kelenturan, bahkan elastisitas kulit serta kelenturan sendinya. Namun, tidak pada segi biologisnya.
"Mereka harus mengganti bagian-bagian kulit dan dagingnya dengan plastik dan material lainnya," ujar Alexei Yurchak, profesor sosial antropologi di University of California, Berkeley, AS.
"Hal inilah yang membuatnya secara dramatis berbeda dengan semua yang ada di masa lalu seperti mumifikasi, yang terfokus pada pengawetan bagian tubuh asli, sementara bentuk tubuh berubah," tambahnya.
Kelompok Mausoleum ini pula yang membantu pengawetan tubuh pemimpin Vietnam, Ho Chi Minh, serta para pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

SumberNational Geographic Indonesia

Thursday, May 7, 2015

Tesla Powerwall, Sebuah Powerbank Raksasa


Tidak ada yang ingin mengatakan namun apple watch buruk begitupula dengan smartwatch lainnya. Setiap kali menggunakan jam tangan masih berfungsi seperti apa yang kita harapkan. Masalah bukanlah pada gadget, kebutuhan teknologi di masa mendatang bukanlah alat informasi. Semuanya akan menuju pada kebutuhan insfrastruktur.

Hal itulah yang membuat baterai baru buatan Tesla yang baru saja dikenalkan oleh Elon Musk lebih revolusioner daripada Apple watch dan lebih menarik dari HoloLens Microsoft. Teknologi informasi tidaklah mati, hanya mentok pada perangkat yang lebih baik namun masih sama. Kamera dan aplikasi yang lebih baik, virtual realiti yang benar-benar berfungsi namun bukanlah sesuatu yang revolusioner. Semua hanya merealisasikan mimpi yang sudah dimulai sejak tahun 80an ketika industri teknologi informasi merubah pasar peralatan elektronik.

Sekarang kita memasuki jaman gadget infrastruktur. Terimakasih pada perangkat baterai  rumahan Tesla, Powerwall. Sebuah perangkat sumber energi listrik yang dapat ditempatkan di dalam rumah.

Perangkat ini mampu merubah pola konsumsi energi kita. Perangkat ini bagaikan sebuah powerbank raksasa yang mampu menyuplai kebutuhan listik sebuah rumah.

Wednesday, May 6, 2015

Penjelasan Sederhana Teori Relativitas Einstein

Teori Einstein tentang relativitas khusus dan relativitas umum adalah salah satu teori yang sulit dipelajari. Namun video presentasi ini menjelaskan teori relatifitas dengan sederhana dan mudah dipahami.


Dikira Sinyal Kiriman Alien Ternyata Sinyal dari Oven Microwave



Sejak tahun 1998, astrofisikawan yang bekerja di Parkes Observatory, Australia, dibingungkan oleh sinyal misterius yang dinamai peryton. Banyak orang meyakini bahwa sinyal itu berasal dari langit, mungkin dari alien. Sementara itu, astronom sendiri lebih yakin bahwa sinyal itu berasal dari Bumi, tetapi tak tahu dari mana. Setelah diselidiki frekuensi sinyal tersebut sama dengan frekuensi gelombang micro dari oven microwave. Kebiasan membuka oven sebelum selesai memasak menyebabkan radiasi terpancar keluar dan ditangkap oleh instrumen Observarium.

Emily Petriff dari Swinburne University dalam makalah penelitian berjudul "Identifying the Source of Perytons at the Parkes Radio Telescope" berhasil menjawab teka-teki sinyal itu. Bukannya berasal dari luar angkasa atau bahkan alien, sinyal itu ternyata bersumber dari sebuah microwave yang biasa dipakai astronom untuk memanaskan makanan.

Bagaimana Petroff mengungkap sumber sinyal itu? Bagaimana pula sinyal dari microwave itu bisa terdeteksi? Fasilitas teleskop radio di Australia berada dalam wilayah yang sunyi sinyal. Sinyal dari telepon seluler, misalnya, otomatis diblokir.

Awal tahun ini, Petroff meng-install monitor interferensi pada teleskop. Yang mengejutkan, peryton semakin sering terdeteksi, tiga kali dalam seminggu. Pemantauan dengan monitor itu menunjukkan bahwa peryton memiliki frekuensi 1,4 gigahertz. Di antara setiap peryton, ada sinyal lain dengan frekuensi 2,5 gigahertz.

"Itu membuat kita berpikir. Apa yang menghasilkan sinyal 2,5 gigahertz?" kata Petroff. "Jawabannya yang pasti adalah microwave."

Namun, masih ada misteri. Peryton memiliki frekuensi 1,4 gigahertz. Petroff pun terus menyelidiki. Dia kemudian menemukan bahwa sinyal dengan frekuensi tersebut berasal dari microwave yang masih menyala, tetapi pintunya dibuka. Terungkap, sinyal itu ada dari kebiasaan para penggunanya yang membuka pintu sebelum microwave selesai bekerja. Kenyataan itu mungkin terdengar konyol. Namun, seperti diberitakan Vox.xom, riset yang kini makalahnya sudah masuk arXiv itu tetap berguna.

Astronom kini berusaha memecahkan sinyal misterius lain yang diyakini dari luar angkasa, disebut Fast Radio Burst (FRB).

Terungkapnya sebab peryton membuat astronom mampu lebih menyeleksi sinyal yang didapatkan. Mereka takkan tertipu oleh sinyal yang berasal dari Bumi saat mendeteksi FRB.

sumber: kompas.com

iklan

loading...